Slideshow

Member Situs

  • Member Slideshow
  • Member Slideshow
  • Member Slideshow
  • Member Slideshow
  • Member Slideshow
  • Member Slideshow
  • Member Slideshow
  • Member Slideshow
  • Member Slideshow
  • Member Slideshow
  • Member Slideshow
  • Member Slideshow
  • Member Slideshow
  • Member Slideshow
  • Member Slideshow
  • Member Slideshow
  • Member Slideshow
  • Member Slideshow
  • Member Slideshow

Statistik

Anggota : 331
Konten : 19
Jumlah Kunjungan Konten : 68087

Sedang Online

Kami memiliki 1 Tamu online

Login Area

Selamat datang. Silahkan Login.

Partner

Indonesian Influenza
Situs resmi Yayasan Influenza Indonesia
Selpunca
Situs informasi dan pengembangan selpunca di FKUI/RSCM
JACIN
Situs resmi Jakarta Allergy and Clinical Immunology Network.
Pokdisus AIDS
Situs resmi Unit Pelayanan Terpadu HIV RSCM.
Home
Vaksin: Kontributor Terbesar bagi Kesehatan Masyarakat Cetak
Ditulis oleh dr. Dirga Sakti Rambe   
Kamis, 21 Juli 2011 06:04

logo-imunisasi-dewasaEdward Jenner boleh jadi tak pernah menyangka bahwa observasi dan eksperimen yang dilakukannya pada tahun 1976 kelak dapat menyelamatkan dunia. Ketika itu penyakit Smallpox (yang disebabkan oleh virus Variola) sedang mewabah di berbagai belahan dunia dan menyebabkan kematian bagi 1 dari 3 orang penderitanya. Ia berhasil membuktikan seseorang yang terpapar Cowpox (penyakit kulit yang ditularkan oleh sapi) imun terhadap penyakit Smallpox. Untuk menghargai jasa Jenner, istilah vaksinasi (dalam bahasa latin ‘Vacca’ berarti ‘sapi’) pun digunakan.

Terakhir Diperbaharui: Minggu, 31 Juli 2011 12:39
 
Rekomendasi Workshop Pencegahan Hepatitis Cetak
Ditulis oleh dr. M. Adi Firmansyah   
Sabtu, 16 Juli 2011 13:21
logokuSetelah mendengarkan arahan Dirjen P2PL, penyajian Prof. Ali Sulaiman tentang masalah Hepatitis B
pada petugas kesehatan serta hasil diskusi kelompok dan pleno maka workshop merekomendasikan:
 
Vaksin Bukan Hanya Monopoli Bayi dan Anak Cetak
Ditulis oleh dr. M. Adi Firmansyah   
Rabu, 30 Maret 2011 00:00
kakekkuSiapa yang tak mengenal kata imunisasi. Bila mendengar istilah ini, mungkin gambaran yang muncul dalam setiap benak kita adalah kegiatan pemberian vaksin pada bayi dan anak, baik melalui suntikan ataupun dengan cara diminum. Tapi, tahukah Anda, sesungguhnya imunisasi tidak dimonopoli semata untuk bayi dan anak. Orang dewasa pun, ternyata butuh imunisasi.

Selama ini mungkin berkembang asumsi bahwa tubuh orang dewasa sudah terbentuk sempurna sehingga tidak lagi memerlukan vaksinasi. Asumsi ini ternyata keliru. Mengapa? Ternyata dengan semakin bertambah nya usia, sistem kekebalan tubuh pun menurun sehingga dibutuhkan imunisasi untuk membentengi tubuh dari serangan penyakit.

Terakhir Diperbaharui: Selasa, 03 Mei 2011 08:36
 
Vaksinasi pada Usia Lanjut Cetak
Ditulis oleh dr Okki Ramadian SpPD, dr Iris Rengganis SpPD   
Jumat, 01 Juli 2011 00:40

logo-imunisasi-dewasaOrang yang berusia di atas 60 tahun (usia lanjut/ usila) memiliki kekebalan tubuh yang menurun.  Penipisan kulit, berkurangnya refleks batuk, dan perubahan fisiologis dan anatomis akibat penuaan menyebabkan usila semakin rentan. Penyakit-penyakit kronik seperti keganasan, aterosklersosis, diabetes mellitus dan demensia dapat menjadi faktor predisposisi terhadap infeksi tertentu. Malnutrisi yang sering terjadi pada kelompok ini juga dapat mengurangi system imun.

Perlindungan dari penyakit infeksi menjadi hal penting yang harus dilakukan pada usila. Center for Diseases Control and Prevention (CDCP) telah merekomendasikan beberapa vaksinasi, sesuai dengan jenis penyakit yang sering terjadi pada kelompok usia tersebut.

Terakhir Diperbaharui: Sabtu, 02 Juli 2011 06:40
 
Konsensus Imunisasi Dewasa Cetak
Ditulis oleh dr. M. Adi Firmansyah   
Sabtu, 01 Januari 2011 00:00

logopapdi

P

erhimpunan Spesialisasi Ilmu Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) berusaha untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat diantaranya dengan cara pencegahan penyakit melalui vaksinasi. Untuk itu PB PAPDI telah membentuk Satgas Imunisasi Dewasa. Satgas ini bertujuan meningkatkan upaya pencegahan melalui vaksinasi. Pada tahun 2007 di Indonesia telah tersedia vaksin HPV kuadrivalen dan pada tahun 2008 vaksin HPV bivalen.
Terakhir Diperbaharui: Kamis, 03 Maret 2011 19:29
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 1 dari 3